Monday, December 30, 2019

STRUKTUR GEOLOGI TELUK BONE - SULAWESI SELATAN

Morfologi dasar laut di daerah penelitian agak curam dan bergelombang, terdapat pada kedalaman laut antara 50 sampai 2000 meter. Pembentukan morfologi dasar laut ini sangat dipengaruhi oleh adanya gejala sesar-sesar aktif. Dari interpretasi runtunan seismik terlihat jelas adanya struktur- struktur geologi berupa sesar dan pelipatan. Adanya bentuk struktur bunga (flower structure) menunjukkan bahwa gejala tektonik aktif dari sesar Palu- Koro, Kolaka, Matano, Lawanopo masih berlangsung sampai sekarang. Keberadaan sesar-sesar aktif ini perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan gempa diseluruh Teluk Bone.

Teluk Bone secara administratif terletak di Propinsi Sulawesi Selatan (di sebelah barat dan utara) dan Propinsi Sulawesi Tenggara (di sebelah timur). Secara geografis daerah penelitian terletak pada koordinat koordinat 2o 00’ 00” LS – 4o 00’ 00” LS dan 120o 00’ 00” BT – 121o 30’ 00” BT.

Pada Tahun Anggaran 2010 Puslitbang Geologi Kelautan Bandung melakukan pemetaan geologi dan geofisika dengan menggunakan kapal riset Geomarin I di Teluk Bone. Metode pemetaan yang diterapkan adalah seismik pantul dangkal, geomagnet, pemeruman, dan pengambilan contoh sedimen. Dari rekaman penampang seismik pantul dangkal dapat dilihat dengan jelas adanya struktur struktur geologi yang berkembang di perairan ini. Kondisi geologi bawah permukaan dasar laut di daerah ini cukup menarik untuk didiskusikan. Oleh karena itu dengan memaparkan hasil penelitian geologi dan geosifika yang telah dilakukan, diharapkan dapat menambah wawasan tentang ilmu kebumian di tempat ini.

Sungai besar yang bermuara ke Teluk Bone adalah Sungai Cenrana. Sungai Cenrana merupakan pemasok sedimen yang cukup tinggi karena beberapa sungai besar dan kecil bermuara ke sungai ini. Sedimen permukaan dasar laut Teluk Bone terdiri dari lanau, lanau pasiran, lumpur pasiran sedikit kerikilan, dan pasir lanauan. Kedalaman laut Teluk Bone mencapai 2000 meter ke arah lepas pantai (ke selatan) dengan bentuk morfologi yang cukup terjal (Sutisna dkk, 2010).

Teluk Bone diapit oleh daratan yang disebut sebagai lengan tenggara dan lengan selatan Sulawesi. Berdasarkan pembagian mendala geologi, lengan tenggara ditempati sebagian Lajur Malihan Sulawesi Tengah, Lajur Ofiolit Sulawesi Timur, Kepingan Benua sedangkan Lengan selatan ditempati oleh Lajur Vulkanik Sulawesi Barat (Surono, 2010).

Disekitar Teluk Bone yaitu di lengan tenggara maupun lengan selatan didapati beberapa struktur geologi yang berkembang. Di lengan tenggara ada sesar Kolaka dan sesar Lawanopo yang menerus ke sesar Matano, di lengan selatan ada sesar Walanae. Sesar Palu Koro yang terdapat di utara Teluk Bone, menerus ke Teluk Bone. Sesar PaluKoro ini berhubungan dengan sistem sesar Matano dan sesar Lawanopo (Simandjuntak dkk, 1993).

Hasil pengukuran geomagnet di Teluk Bone (Rachmat dan Delyuzar, 2012) menunjukkan bahwa nilai suseptibilitas yang rendah yaitu 0,1564 sampai 0,1572 emu menempati bagian utara dan diperkirakan merupakan batuan sedimen Neogen. Bagian barat Teluk Bone nilai suseptibilitasnya antara 0,1588 sampai 0,1596 emu yang merupakan batuan malihan yang diperkirakan merupakan batuan dasar di Teluk Bone.

Kedalaman laut di daerah ini sangat bervariasi dengan kedalaman mencapai 2000 meter ke arah lepas pantai (ke selatan). Kedalaman yang dangkal terdapat di sepanjang pantai barat, utara, dan timur dari 50 meter sampai 200 meter. Morfologi dasar laut agak bergelombang dan curam ke bagian selatan. Umumnya morfologi tersebut mencerminkan cekungan yang semakin dalam ke arah selatan. Ketidak teraturan dari pola kontur morfologi dasar laut menunjukkan bahwa adanya gejala tektonik berperan dalam pembentukkannya.